Archive for June, 2007

Terapi Lilin Telinga

Posted in Sehat on June 26, 2007 by afadillah

untitled.jpg

Sumber : Suara Pembaruan

Terapi lilin telinga (ear candle) berasal dari suku Indian, penduduk asli Amerika. Lilin telinga terbuat dari sarang tawon dengan linen kualitas tinggi. Lilin telinga ini berbeda dengan lilin yang dikenal sehari-hari, yang terbuat dari parafin. Panjang lilin telinga 30 sentimeter dan berongga. Sampai saat ini hanya tersedia dua ukuran rongga, yakni 5/8 inci yang digunakan untuk terapi orang dewasa dan ukuran rongga 1/2 inci untuk anak-anak. Bahan terapi ini diimpor dari Amerika Serikat. Bentuknya meruncing dan diberikan tatakan bulat yang terbuat dari karton yang dilapisi alumunium foil, saat lilin itu dibakar.

Terapi dengan menggunakan lilin ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, khususnya pendengaran, dan bisa juga menyembuhkan sejumlah penyakit. Dari sekitar 5.600 pasien yang datang sejak pertengahan 2004 sampai saat ini, diketahui terapi telinga bisa menyembuhkan penderita tuli, sekaligus mempertajam pendengaran, vertigo (sakit kepala yang berputar-putar), migrain (sakit kepala sebelah), mengatasi infeksi telinga tengah (otitis media), penyakit telinga berupa nanah kuning kental berbau busuk (congek), tinitus (telinga yang berdengung), sinusitis (infeksi di rongga hidung), serta insomnia (penyakit sulit tidur).

Sebelum diterapi, telinga pasien diperiksa dengan alat bernama otoskop. Dengan alat ini bisa diketahui apakah di gendang telinga sudah menempel jamur, ada bisul atau radang, atau ada kotoran yang mengeras. Kalau di gendang telinga hanya ada jamur, bisul, atau radang, pasien bisa langsung diterapi.

Tetapi kalau ada kotoran yang keras, ditetesi obat untuk melunakkannya, lalu diangkat, kemudian baru diterapi. Saat diterapi, pasien tidur dalam posisi miring-tegak lurus. Lalu, bagian lilin yang runcing (bagian ujung) dimasukkan ke lubang telinga dan bagian pangkalnya dibakar.

Setiap lima menit, lilin yang sudah terbakar digunting, kemudian dibuang di baskom kecil berisi air. Selama terapi ada petugas yang memegang lilin tersebut. Setelah terapi berlangsung 15 menit, lilin yang masih menyala dengan sisa sekitar 5-7 sentimeter diangkat dari telinga, lalu digunting tepat di bawah api.

Sisa lilin yang tidak terbakar dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi kode untuk mengetahui lilin itu digunakan untuk terapi telinga kiri atau telinga kanan. Saat lilin dibakar timbul panas.

Panas itu membuat tekanan udara di pangkal lilin menjadi rendah. Asap dari pembakaran lilin masuk ke seluruh ruang telinga. Dalam waktu tertentu (sekitar 7-10 menit) asap di dalam rongga telinga menjadi jenuh, kemudian terdesak keluar sambil membawa partikel-partikel (kotoran telinga/wax) yang berada di rumah siput (tymphani), serta jamur yang menutup gendang telinga. Dalam beberapa kasus, asap itu bahkan membawa bakteri dan jamur.

Partikel-partikel itu kemudian terkumpul di sisa lilin yang tidak terbakar. Sisa lilin itu kemudian dibelah untuk mengetahui kotoran yang dikeluarkan dari telinga. Wax itu bisa tersedot secara osmosis karena ada perbedaan tekanan di rongga telinga dan di luar telinga. Wax yang disedot berwarna cokelat.

Selain itu, ada juga serbuk berwarna putih kekuning-kuningan. Sebanyak 20 persen serbuk itu berasal dari lilin, sisanya adalah jamur yang ada di atas gendang telinga.

Untuk terapi satu telinga, digunakan minimal dua lilin dan maksimal tiga lilin. Lilin-lilin itu dibakar secara terus-menerus, tanpa jedah. Setelah diterapi, sisa lilin yang menempel di dinding telinga dibersihkan, kemudian rongga telinga dioles dengan antibiotik. Mengenai harga, kata Susana, sekali terapi dengan 4 lilin telinga mencapai Rp 270.000 dan 6 lilin telinga Rp 405.000. Harga tersebut belum termasuk obat-obatan.

Kalau anda ingin mencobanya bisa datang ke :
Lokasi praktik Ear Candle Center di Kompleks Taman Harapan Indah, Jakarta Barat.

Tg Balai Karimun

Posted in Jalan jalan on June 24, 2007 by afadillah

p8130011.jpgSebuah Pulau kecil di Kepulauan Riau. Tanjung Balai Karimun juga merupakan ibu kota Kabupaten Karimun. Dengan luas daratan 275 Km2 tepatnya terletak di Selat Malaka atau sebelah barat Pulau Batam.

Tahun 1997 populasi Tg Balai Karimun sejumlah 155,000 penduduk, terdiri dari etnis Melayu dan China. Pulau ini banyak menarik turis regional dan internasional baik mereka yang datang untuk berbisnis dan liburan. Tidak bisa dipungkiri bahwa Tg Balai Karimun juga mempunyai daya tarik sebagai penyedia wanita penghibur. Tidak jarang wisatawan dari mancanegara datang hanya mencari kepuasan yang satu ini.

Obyek wisata paling banyak adalah rekreasi bahari. Pantai-pantai di pulau ini hampir semuanya terdiri dari pasir putih, beberapa pantai yang terkenal adalah pantai Pelawan, Pongkar dan Limau. Tetapi ada juga obyek wisata Air terjun pongkar yang teduh.

Alat transportasi khas di pulau ini adalah bus kayu walaupun sudah banyak angkutan umum minibus, Bus kayu ini masih tetap ada dan merupakan daya tarik tersendiri di pulau ini.

Demam Chikungunya

Posted in Sehat on June 24, 2007 by afadillah

 

Virus Chikungunya pertama kali diidentifikasi di Afrika Timur tahun 1952. Tidak heran bila namanya pun berasal dari bahasa Swahlii, Artinya adalah yang berubah bentuk atau bungkuk, Postur penderitanya memang kebanyakan membungkuk akibat nyeri hebat di persendian tangan dan kaki. Virus ini termasuk keluarga Togaviridae, Genus alphavirus, dan ditularkan oleh Nyamuk Aedes Aegypti. Gejalanya adalah demam tinggi, sakit perut, mual, muntah, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, serta bintik-bintik merah terutama di badan dan tangan, meski gejalanya mirip dengan Demam Berdarah Dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan ( Schok ) maupun kematian. Masa inkubasi : dua sampai empat hari, sementara Manifestasinya tiga sampai sepuluh hari. Virus ini tidak ada vaksin maupun obat khususnya, dan bisa hilang sendiri, namun, rasa nyeri masih tertinggal selama berhari-hari sampai berbulan-bulan.

Gejala Demam Chikungunya :
1. Gejala demam akan bereaksi dalam tubuh antara 4 sampai dengan 7 minggu setelah gigitan nyamuk.
2. Demam dan pusing disertai sakit dan ngilu pada persendian berakibat lumpuh sementara, selama satu sampai tujuh hari.

Tindakan Pencegahan :
1. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan makanan
2. Menjaga Kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya seperti membersihkan bak mandi kolam dan saluran air sehingga memutus perkembang biakan nyamuk.
3. Biasakan untuk menyemprotkan larutan pembasmi serangga

Kapan Gigi Susu Tumbuh?

Posted in Si Entong on June 22, 2007 by afadillah

Banyak ibu merasa khawatir kalau bayinya telah berumur 6 bulan belum memiliki gigi. Tumbuhnya gigi dipengaruhi banyak hal, antara lain riwayat kehamilan dan kelahiran, apakah bayi lahir cukup umur dengan berat dan panjang badan normal, riwayat kesehatan serta status gizi bayi.
Menurut penelitian, bayi prematur dan atau berat badan lahir rendah, pertumbuhan giginya lebih lambat. Bayi dengan status gizi kurang, pertumbuhan gigi terhambat, karena berkaitan dengan pertumbuhan gigi dan tulang rahang, sebagai bagian dari pertumbuhan anak secara umum

Tanda gigi susu akan tumbuh pada bayi umumnya didahului oleh:

  • keluarnya ludah yang berlebihan kadang-kadang sampai membasahi baju
  • anak cenderung ingin memasukkan jari-jari tangannya ke dalam mulut
  • anak terlihat gelisah, rewel, kadang nafsu makan menurun. Ini disebabkan adanya rasa sakit pada gusi karena tertembus gigi yang baru tumbuh.

Gusi tempat tumbuhnya gigi warnanya tampak lebih merah dibanding sekitarnya. Rasa sakit, merangsang keluarnya air ludah secara berlebihan. Hal ini bermanfaat, karena air ludah terkandung komponen yang bersifat antibakteri guna membantu membersihkan rongga mulut, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi. Saat gusi pada daerah tumbuhnya gigi diraba dengan jari terasa lebih keras, terlihat warna putih, disertai bentuk gigi yang akan tumbuh.

Peristiwa tumbuhnya gigi susu adalah proses alami yang tidak mengganggu kesehatan anak, kecuali ada hal lain terjadinya gangguan kesehatan. Yang perlu diwaspadai adalah kebersihan rongga mulut dan jemari anak.

Memasukkan sesuatu kedalam mulut adalah bagian dari proses perkembangan anak; sebaiknya jangan dihambat. Yang perlu diperhatikan adalah keamananan dan kebersihan barang yang masuk dengan kata lain tidak mencederai dan membawa kuman kedalam mulut penyebab infeksi. Berkonsultasilah dengan doter anak dan dokter gigi secara berkala untuk memantau tumbuh kembang anak termasuk giginya.

Quote 19 June 07

Posted in Blogroll on June 19, 2007 by afadillah

Friendship is always a sweet responsibility, never an opportunity

%d bloggers like this: