Ekspor Pasir atau Granit

“Pelarangan ekspor pasir darat ke Singapura dikeluarkan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Sebelumnya, tepatnya tahun 2003, pemerintah juga telah melarang ekspor pasir laut ke negara yang sama. Namun, penyalahgunaan tetap terjadi. Ternyata, izin ekspor granit digunakan untuk menyelundupkan pasir.” (Liputan6.com)

 

Sebelum tahun 2002 memang jelas ekspor terhadap granit tidak bisa disamakan dengan ekspor pasir. Saat itu banyak penambang pasir darat dan pasir laut mengekspor ke Singapura. Kemudian larangan ekspor pasir laut diterapkan 2002. Sedangkan larangan ekspor pasir darat sudah mulai diberlakukan sejak awal Februari 2007. Perusahaan penambang pasir berangsur-angsur tutup.

 

Tidak demikian halnya dengan Perusahaan Pertambangan batu granit, mereka tetap beroperasi hingga kini. Ekspor batu granitpun masih di perbolehkan. Walaupun Anggota Komisi Pertahanan DPR Happy Bone Zulkarnain menghimbau pemerintah untuk melakukan larangan ekspor Granit namun Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menilai ekspor granit dibolehkan selama ada verifikasi.

 

Verifikasi ekspor granit seharusnya mempunyai skema yang terintegral antar Departement dan Instansi terkait. Tetapi kenyataannya proses verifikasi tersebut seperti formalitas yang bisa dipolitisir. Tidak bisa dipungkiri hampir semua perusahaan pertambangan granit mempunyai jalur khusus dalam hal proses ekspor produknya.

 

Memang pendapat Happy Bone tidak ada salahnya bilamana proses verifikasi yang longgar masih tetap terjadi. Ijin ekspor granit di salah gunakan peruntukannya bagi ekspor pasir darat dan pasir laut.

 

Bagaimana jika yang di ekspor memang granit ….?

 

Kegunaan granit yang utamanya adalah sebagai bahan baku pembuatan aksesoris rumah seperti lantai,,wastafel dan meja serta di bidang konstruksi. Tidak mudah bagi perusahaan pertambangan granit mencari pangsa pasar untuk keperluan  aksesoris rumah. Permintaan granit di bidang konstruksi ini yang membuat mereka tetap ada.

Perusahaan pertambangan granit tentunya akan mengolah hasil produksinya sesuai permintaan pasar, tidak jarang mereka harus menggunakan crusher atap pemecah granit untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Proses crushing itu juga menghasilkan sampah produksi berupa pasir, yang secara kasat mata tidak jauh berbeda dengan pasir darat atau pasir laut.

Jika mereka mengekspor sampah produksi tersebut tentunya juga bisa dikatakan dengan ekspor granit. Ekspor pasir hasil dari granit. Skema verifikasi tentang ekspor granit tentunya harus lebih di cermati. Hal ini guna mencegah kesalahan dalam tindakan aparat TNI. Kesalahan penafsiran terhadap ini tentunya akan berpengaruh bagi Perusahaan Pertambangan Granit termasuk ribuan karyawannya.

Pengambilan keputusan Pemerintah selain untuk melindungi NKRI akan lebih bijak jika lagi jika tetap melindungi rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: