Archive for September, 2008

Lebaran….Berat Jakarta berkurang 31.25 Kg

Posted in Blogroll on September 26, 2008 by afadillah

Bukan berarti pernah dibuktikan secara ilmiah bahwa berat Jakarta memang benar-benar berkurang dan fenomena ini juga kebetulan terjadi saat lebaran. Hitung-hitungan tukang ojek di pinggiran perapatan membuat rumus asal-asalan. Jika Berat Jakarta dibagi berdasarkan isi kota bisa dikelompokan menjadi kelompok bangunan, jalan, jembatan, kendaraan umum, kendaraan pribadi, orang dan binatang. Maka hitungan ngawur berat tiap kelompok adalah :

Bangunan (Kantor, gedung & rumah)       : 20 kg

Jembatan & fly over                                 :   5 kg

Jalan (aspal dan cor)                                : 10 kg

Kendaraan Umum (dalam & luar kota)     : 15 kg        

Kendaraan Pribadi                                   : 20 kg

Orang                                                      : 25 kg

Binatang                                                  :  5 kg

Menjelag Lebaran ternyata fenomena berkurangnya berat jakarta kemungkinan besar terjadi. Orang-orang yang selama ini tinggal di Jakarta paling tidak 80% pulang kampung berdampak mengurangi 20 kg, begitu juga kendaraan pribadi dibawa berdesak-desakan jalur pantura untuk mudik 50% mengurangi 10 kg, untuk kendaraan umum hanya 10% mengingat bus antar kota masih aktif pulang pergi bawa penumpang sebanding dengan 1.5 kg. Total berat Jakarta berkurang akibat ditinggal penghuninya 31.5 kg.

Tapi kenapa angka yang muncul di judul sebesar 31.25 kg atau ada selisih sebesar 0.25 kg…….??? Jangan lupa bahwa menjelang Lebaran di pinggir-pinggir jalan protokol Jakarta banyak bermunculan ”Gepeng”. Itu…loh pengemis dan pemulung musiman yang memarkir gerobaknya di pinggir jalan. Bahkan ada yang gelar tiker buat tempat tidur anak dan istrinya. 

Kebayangkan…..gimana menariknya Jakarta bahkan disaat sebagian besar penguhuninya pulang kampung, masih ada yang orang-orang yang malah masuk Jakarta mencari rejeki.

Mohon Maaf Lahir Bathin……Semoga kita menjadi Fitri dihari Kemenangan ini……..

Tips Mudik

Posted in Jalan jalan on September 24, 2008 by afadillah

Sudah menjadi kebiasasaan setiap berakhirnya puasa sebagian besar penduduk Indonesia akan melakukan Mudik (pulang untuk mengunjungi sanak saudara di hari lebaran).
Sebagian besar pemudik akan menggunakan kendaraan umum tetapi tidak sedikit dari kita yang harus melakukan Mudik menggunakan kendaraan pribadi bahkan kendaraan bermotor roda dua. Berikut beberapa tip yang diperlukan agar Mudik Lebaran menjadi lebih menyenangkan dan nyaman;
  • Laporkan segera kepada RT, RW atau Petugas keamanan dilingkungan anda jika anda akan meninggalkan rumah selama libur lebaran.
  • Pastikan anda memberikan nomor yang dapat dihubungi oleh petugas keamanan saat anda mudik lebaran.
  • Pastikan kunci dan jendela telah dikunci dengan sempurna, dan pastikan lampu luar rumah anda akan menyala saat malam hari/gelap untuk memudahkan pengawasan petugas keamanan dimalam hari. Jika anda memiliki timer akan lebih baik.
  • Matikan kompor dan cabut semua installasi pada kompor termasuk selang gas dan jauhkan semua benda yang dapat menimbulkan api didekat kompor tersebut, serta pastikan semua colokan listrik telah dicabut termasuk matikan TV dan kulkas anda.
  • Bawalah uang kas secukupnya dan hindari menggunakan perhiasan yang mencolok.
  • Jika anda menggunakan kendaraan umum, pastikan anda tetap terjaga saat berada dalam kendaraan dan harus selalu waspada.

    Untuk anda yang Mudik Lebaran menggunakan kendaraan pribadi, Berikut beberapa tips yang perlu anda perhatikan, mulai dari kendaraan sampai pada tips bagi sang ‘driver”, sebagai berikut :
  • Bagian yang paling penting adalah mesin kendaraan. Periksa dan bersihkan karburator, filter udara, filter bbm dan ganti busi; lakukan tune-up secara menyeluruh.
  • Ganti oli mesin yang berkualitas agar mesin prima.
  • Ganti oli transmisi (baik yang manual ataupun automatic) agar performa sistem transmisi sempurna.
  • Periksa kondisi rem dan cairan rem (brake fluid) dan pastikan sistem pengereman bekerja sempurna.
  • Periksa accu, pastikan air aki cukup agar sel-nya dapat menyimpan listrik lebih baik.
    periksa tekanan ban, biasanya petunjuk tekanan ban terdapat di pintu pengemudi. siapkan selalu ban serep, kunci roda dan dongkrak.
  • Periksa kondisi lampu dekar, lampu jauh, sein dan lampu hazard. bawa lampu dan sekering cadangan.
  • Bawa juga perlengkapan P3K, segitiga pengaman, senter dan jika perlu GPS.
  • Tips berikut khusus buat pengemudi :

    • Cukup istirahat paling tidak sehari sebelum berangkat.
    • Tentukan waktu perjalanan, jangan terlalu malam agar tidak mengantuk.
    • Jangan konsumsi obat yang menyebabkan kantuk.
    • Makan dan minum cukup agar tubuh terasa fit dan dapat juga minum vitamin atau supplemen.
    • Pelajari rute perjalanan dan rute alternatif jika perlu.
    • Catat nomor telepon penting, seperti nomor telepon Polisi, Posko-posko untuk bantuan darurat.
    • Jika anda akan menggunakan jasa penyeberangan, pastikan anda membeli tiket dan mengantrilah menuju ke kapal.
    • Berdo’alah sebelum berangkat dan hindari kebut-kebutan yang tidak perlu.

    Selamat Mudik…………semoga selamat sampai tujuan…….

    Puruk Cahu

    Posted in Jalan jalan on September 12, 2008 by afadillah

    Puruk Cahu masuk di dalam Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, yah kalau ngga salah termasuk daerah hulunya Sungai Barito.
    Untuk transportasi darat bisa kita tempuh melalui Muara Teweh sekitar 3-4 jam. Jalan protocol cukup lumayan lebar bisa dilalui untuk dua jalur berlawanan arah, namun memang kondisi permukaan jalan kurang baik karena banyak aspal yang rusak, apalagi di musim hujan, banyak mobil yang terjebak dalam lubang. Jalan menuju Puruk Cahu saat ini juga hingga jembatan Bahitom (jembatan ini masih dalam pembangunan) dan diseberangkan dengan pontoon melintasi Sungai Barito ke Puruk Cahu.
    Sedangkan untuk transportasi air juga bisa ditempuh dari Muara Teweh melintasi aliran Sungai Barito menuju bagian hulu. Alat transportasi air bisa menggunakan bus / taxi air atau speed boat. Lumayan indah juga perjalanan air ini, bahkan jika musim kemarau dan air sungai surut kita bisa melihat batu-batu besar yang menonjol dari dasar sungai. Sepanjang perjalanan juga bisa dijumpai para pendulang emas tradisional (ngato’ – bahasa dayak) dan yang sekarang lagi marak di Kalimantan Tengah stockpile dan port batubara.
    Saat ini juga sudah ada penerbangan komersial dengan maskapai Pelita dari Balikpapan-Puruk Cahu. Namun Pemerintah Daerah memang belum mempunyai Lapangan Udara sendiri. Sementara ini masih menggunakan Lapangan Udara PT Indomoro Kencana.
    Kemajuan perekonomian cukup baik, segala macam kebutuhan pokok pasti ada kecuali kebutuhan tambahan yang standard kota besar (yah ngga ada lah). Perjalanan yang jauh dari Muara Teweh ini juga yang menyebabkan harga di Puruk Cahu cukup tinggi. Harga BBM sebagai patokan kenaikan harga-harga lain, Puruk Cahu mungkin jadi salah satu pemecah rekor, pernah mencapai Rp 15.000 / liter di bulan Juni 2008.
    Tempat penginapan kelas Melati dan mini market juga banyak bertebararan disini. Tapi untuk transportasi umum dalam kota Puruk Cahu sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali (jika ojeg tidak bisa disebut sebagai alat transportasi umum). Mungkin suatu saat nanti Pemerintah Daerah akan mengadakan alat transportasi umum untuk masyarakat.

    Orang yang Didoakan oleh Malaikat

    Posted in Jalan jalan on September 12, 2008 by afadillah

    Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi

    Allah SWT berfirman, “Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya” (QS Al Anbiyaa’ 26-28)

    Inilah orang – orang yang didoakan oleh para malaikat :

    Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

    Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’” (Shahih Muslim no. 469)

    Orang – orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan

    Abi Dawud I/130) Orang – orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272) Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu” (Shahih Bukhari no. 782) Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini) Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’” (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir) Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Shahih Muslim no. 2733) Orang – orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’” (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010) Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang makan sahur” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519) Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”) Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343) Maraji’ : Disarikan dari Buku Orang – orang yang Didoakan Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005</div>