
Suka photography ?
Pasti pernah denger dengan istilah bokeh,
Apasih bokeh itu…..?
Ituloh foto yang bagian background atau diluar object yg menjadi central sebuah foto tampak menjadi blur atau kabur.
Bagaimana cara buat fotonya ?
Sebenarnya banyak artikel cara membuat bokeh sebuah hasil foto, tetapi sebagai pemula, cara mudahnya adalah dengan menggunakan menyeting diafragma lensa kita ke bukaan terbesar ( angka f terkecil lensa ). Angka f terkecil ini tentunya tergantung dari spesifikasi lensa tersebut.
Untuk lensa-lensa standart atau lensa kit biasanya angka f berkisar antara 3.5-5.6. Diafragma sebesar ini sebenarnya juga bisa membuat hasil background sebuah foto menjadi blur, tetapi harus menyesuaikan focal lengthnya lensa.
Kalau pemula pasti rada-rada sulit dan ribet he he he.
Bagaimana cara mudahnya ?
tentunya dengan langsung beli lensa yang angka f nya kecil misalnya f 2.8 / f 1.8 / f 1.4
Nah untuk membeli lensa dengan f kecil tersebut biasanya semakin mahal apabila angkanya semakin kecil. Kalau dalam pengamatan saya sih hanya lensa fix 50 mm f 1.8 saja yang masih terjangkau dengan menabung sedikit-sedikit ![]()
Untuk mengakali keinginan untuk membuat foto yg bokeh, bisa kita beralih ke lensa manual atau lensa jadul. Memang sih lensa tersebut tidak semuanya bisa langsung plug in ke body kamera DSLR, melainkan harus menambahkan adapter dulu.
Banyak lensa manual dengan angka f kecil dijual di bawah 500rb, sementara untuk adapternya tergantung body kamera yang kita gunakan.
Jadi siapa bilang untuk membuat foto bokeh bisa buat kita boke’k ?

Membludaknya jumlah penumpang di Terminal 1 dan 2, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, mendesak PT Angkasa Pura II membuka terminal tambahan untuk meningkatkan pelayanan terhadap penumpang angkutan udara.
Sebuah perusahaan yang baik tentu akan melakukan terobosan baru dalam hal mendongkrak nilai penjualannya untuk mendapat keuntungan lebih besar. Namun jangan salah……. kejelian pemilihan strategi dalam hal biaya produksi juga berperan penting. Selisih biaya produksi dengan harga jual terkadang menjadi “momok” sebuah perusahaan. Untuk menekan biaya produksi kadang menurunkan kualitas sebuah produk. Melihat kemasan “teman tidak sehatku” terbaru yang berubah, menarik untuk dituliskan dalam blog ini , sebelumnya kemasan dibuat dengan sebuah box kertas yang bisa dikira-kira seberat kurang dari 5 gr. Sekarang …………. Box kertas itu ditiadakan. Kemasan 10 bungkus langsung di kemas dengan plastic tipis…………….sungguh cerdik. Kemasan tetap terlihat menarik qualitas tentu tidak berubah namun biaya produksi semakin berkurang. Packaging Strategy yang cerdik……… bisa dibayangkan menghilangkan box kertas seberat kurang dari 5 gr pasti mengurangi biaya produksi cukup signifikan. Kalau hanya satu lusin mungkin hanya mengurangi kertas seberat 60 gr, tapi kalau satu gudang atau satu pabrik, bagaimana……????
Berniat menghias taman rumah…..? Ngga ada salahnya membuat saunk murah meriah di pelataran rumah kita. Jangan khawatir untuk mengeluarkan banyak biaya, dengan bahan seadanya kita bisa juga loh buat saunk.





